Empat satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Barat ikut serta Lomba Sekolah/Madrasah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Tahun 2019 yaitu TK Islam Salsabila di Desa Sesela Gunung Sari, SD Negeri 1 Beleka Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung, SMP Negeri 3 Gerung dan SMA Negeri 1 Gunung Sari. Tim Penilai LSS Tingkat Provinsi terdiri dari unsur Biro Kesra Setda Prov.NTB, Bappeda Prov.NTB, Dikbud Prov.NTB, Dinas Kesehatan Prov.NTB dan Kanwil Kementerian Agama Prov.NTB telah melakukan observasi penilaian di setiap obyek sekolah/madrasah yang menjadi indikator sekolah/madrasah sehat.
Penilaian dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu hari pertama penilaian dilaksanakan di SMPN 3 Gerung dan SDN 1 Beleka, sedangkan dihari kedua penilaian di TK Islam Salsabila dan SMAN 1 Gunung Sari. Observasi lapangan dimaksudkan untuk mengecek kesesuaian dokumen yang telah dikirim sebelumya dengan fakta yang ada di lapangan. Jika terdapat indikator sekolah/madrasah sehat yang belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan maka Tim Penilai akan memberikan saran kepada pihak sekolah/madrasah maupun Tim Pembina UKS/M Kabupaten dan Kecamatan yang bersangkutan untuk mendapatkan perhatian dan tindaklanjut.
Pada saat penilaian di Kabupaten Lombok Barat, Tim Penilai dan rombongan diterima secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, dengan didampingi Ketua TP. PKK, Kadis Dikbud serta beberapa OPD di Kab.Lobar yang tergabung dalam Tim Pembina UKS/M Kabupaten dan Kecamatan. Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov.NTB selaku Ketua Tim Penilai LSS Tingkat Provinsi NTB. (Rabu 21/08/2019).
Sekreatis Daerah Kabupaten Lombok Barat, Ir.H.Moh.Taufik, M.Sc. dalam sambutannya berharap penilaian yang dilakukan di SMP Negeri 3 Gerung dan sekolah lainnya di Kabupaten Lombok Barat agar dilakukan secara objektif oleh Tim Penilai Lomba Sekolah/Madrasah Sehat. karena “disetiap lomba kami tidak pernah menargetkan untuk menjadi juara 2, tapi harus juara 1, sehingga SMPN 3 Gerung bisa mewakili Prov.NTB pada Lomba Sekolah/Madrasah Sehat Tingkat Nasional” ungkapnya.
Kepala Biro Kesra Setda Prov.NTB Ahmad Masyhuri, SH. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lomba Sekolah/Madrasah Sehat merupakan program nasional, yang dilaksanakan berdasarkan regulasi dari 4 (empat) kementerian, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama. Diharapkan juga, melalui program Pembinaan dan Pengembangan UKS/M (TRIAS UKS/M) Program Zero Waste (bebas sampah) yang menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi NTB dapat disosialisasikan sekaligus dapat diimplemntasikan pada seluruh sekolah/madrasah yang ada di wilayah provinsi NTB.
Menanggapi Sekda Kab.Lobar, terkait penilaian yang dilakukan oleh Tim Penilai LSS, Karo Kesra Setda Prov.NTB mengatakan Insya Allah penilaian dilakukan secara objektif dan tidak ada unsur kepentingan apapun karena penilaian yang dilakukan berdasarkan Indikator Sekolah/Madrasah Sehat yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Kedatangan Tim Penilai LSS tidak hanya sekedar lomba, tapi juga sebagai upaya memberikan pembinaan sekaligus monitoring dan evaluasi sejauhmana TP UKS/M Kabupaten, Kecamatan telah melakukan pembinaan dan pengembangan UKS/M pada sekolah/madrasah di wilayah kabupaten/kota masing-masing.
Setelah penilaian di SMPN 3 Gerung, Tim Penilai melanjutkan kegiatan penilaian ke SDN 1 Beleka. Tim Penilai disambut oleh Kepala Sekolah beserta para guru, TP UKS/M Kabupaten/Kecamatan Gerung.
Pada kesempatan tersebut Kepala Sekolah SDN 1 Beleke, M.Muzhari, S.Pd.,M.Pd. menjelaskan bahwa program unggulan SDN 1 Beleka antara lain: tempat sampah plastik pribadi yang dimiliki oleh masing-masing siswa, pengelolaan sampah kertas menjadi berbagai jenis aneka kerajinan dan gerakan literasi atau gerakan membaca bergilir satu minggu sekali sehingga dalam satu minggu satu buku habis terbaca.
Salah satu tujuan SDN 1 Beleka adalah menjalin kerjasama antar warga sekolah dan masyarakat untuk mewujudkan sekolah yang Bersinar “Bersih, Indah, Nyaman, Agamais, dan Ramah Anak”. Dengan menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah, sehingga siswa diharapkan mampu untuk menerapkannya di rumahnya masing-masing.
Hari kedua kegiatan Penilaian LSS Tingkat Provinsi NTB (Kamis 22/08/2019), Tim Penilai melakukan observasi dan penilaian di TK Islam Salsabila dan SMAN 1 Gunung Sari. Pada rangkaian acara penerimaan di TK Islam Salsabila di Desa Sesela, Tim Penilai diterima oleh Kepala Sekolah, para guru, Ketua Yayasan Rusdah Aisyah, Kades Sesela serta TP UKS/M Kabupaten dan Kecamatan.
Kepala Sekolah TK Islam Salsabila, Nursari Mochsen, SE. menyampaikan bahwa TK Islam Salsabila berada dibawah naungan Yayasan Rusdah Aisyah. Keberadaan TK Islam Salsabila sebagai wadah pengembangan potensi kecerdasan spiritual keislaman, intelektual, emosional dan sosial peserta didik pada “Masa Emas Pertumbuhannya” dalam lingkungan bermain yang Sehat Edukatif dan Menyenangkan serta menyiapkan peserta didik memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
Pada kesempatan tersebut Bapak Zaky Abdillah, SE. selaku Ketua Yayasan Rusdah Aisyah menjelaskan, bahwa kami sudah berusaha mempersiapkan secara maksimal untuk bisa mengikuti lomba sekolah/madrasah sehat sesuai dengan arahan dari instansi Pembina UKS/M Kabupaten dan Kecamatan, seperti Dikbud Kab.Lobar dan Puskesmas Gunung Sari. Sedangkan mengenai hasil kami serahkan kepada Yang Maha Kuasa atas semua ikhtiar yang telah kami lakukan. Semoga sekolah kami bisa meraih predikat juara dan menjadi yang terbaik di NTB.
Setelah 0bservasi dan penilaian di TK Islam Salsabila, penilaian hari kedua dilanjutkan ke SMAN 1 Gunung Sari. Tim Penilai pada lokasi tersebut disambut oleh Kepala Sekolah berserta para guru, siswa, komite sekolah dan OPD terkait yang tergabung dalam Tim Pembina UKS/M Kabupaten dan Kecamatan. Pada kesempatan tersebut Kepala SMAN 1 Gunung Sari, H.L.Muh.Supriadi, S.Pd.,M.Pd. memberikan pemaparan tentang kondisi sekolah yang saat ini masih banyak ruangan yang kondisinya dalam tahap renovasi, khususnya bangunan toilet yang saat ini sudah tidak layak pakai sebagai akibat bencana alam gempa. Pada sesi review , Kepala SMAN 1 Gunung Sari mengucapkan terima kasih kepada Tim Penilai karena telah memberikan masukan dan saran penyempurnaan terhadap obyek yang menjadi indikator-indikator sekolah sehat. Insya Allah akan kami lengkapi dan kami sempurnakan, karena kami ingin menjadikan sekolah ini sebagai sekolah yang bersih dan sehat. Bukan karena ada lomba tapi memang kami menyadari bahwa lingkungan sekolah yang bersih dan sehat adalah merupakan kebutuhan utama untuk dapat tercapainya kualitas pendidikan yang terbaik, ungkapnya.