Launching Program Mawar Emas oleh Gubernur NTB DR. H.Zulkieflimansyah di Masjid Nurul Ikhsan Desa Keruak Kabupaten Lombok Timur. Launching di hadiri Bupati Lombok Timur, Kepala OJK NTB, Pimpinan PT. Bank NTB Syariah, dan beberapa pejabat Pemprov NTB termasuk Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov.NTB Ahmad Masyhuri, SH.
Berawal dari rasa keprihatinan pak Gubernur tentang banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir dan untuk membantu UMKM dalam hal kemudahan mengakses permodalan, gubernur bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB, yang terdiri dari beberapa instansi dan lembaga keuangan seperti OJK, Bank Indonesia, Bank NTB Syariah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Masyarakar Ekonomi Syariah (MES) NTB, melaunching program "Mawar Emas" melawan Rentenir Berbasis Masjid.
Program "Mawar Emas" atau Program Melawan Rentenir berbasis Masjid (Mawar Emas) adalah Program Pemerintah Provinsi NTB untuk membantu UKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan berbunga tinggi. Akibat berbunga tinggi akhirnya jadi beban yang sangat berat dan membuat lingkaran setan keniskinan yg susah di putus.
Dengan Program Mawar Emas ini pedagang dan masyarakat kecil sekarang di fasilitasi dan di dekatkan dengan institusi keuangan seperti Bank NTB Syariah sehingga mampu meminjam dan memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman di bandingkan ke rentenir dan basisnya di masjid.
Semoga dengan program "Mawar Emas" ini, pedagang dan masyarakat kecil akan dapat difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan, seperti Bank NTB Syariah, sehingga mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir.
Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) "Mawar Emas" seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB, dengan sinergi bersama, sehingga Program Mawar Emas ini dapat terealisasi.
“Mudah-mudahan dengan masyarakat kecil bisa meminjam uang dan modal ke masjid akan membuat masjid selain sebagai pusat ibadah bisa sekaligus menjadi pusat ekonomi dan sosial”
Hari ini kami mulai dari Lombok Timur, untuk selanjutnya menyusul di Kabupaten dan Kota-kota se NTB, lanjut Gubernur NTB.