Jumat, 4 Oktober 2024 - Alhamdulillah, kegiatan Imtaq Jumat rutin yang diselenggarakan di Gedung Graha Bakti Praja pada hari ini telah berlangsung dengan lancar. Acara kali ini menghadirkan Habib Hasan Bin Zein Alaydrus sebagai narasumber yang memberikan pembahasan mendalam tentang Tafsir Q.S. Al-Araf ayat 157.
Pada kesempatan tersebut, Habib Hasan Bin Zein Alaydrus menjelaskan Allah menambahkan sifat lain bagi orang yang layak mendapat rahmat dan keridhaan-Nya; yaitu orang-orang yang mengikuti Rasulullah yang ummi secara lahir batin, baik itu dalam pokok-pokok agama maupun cabang-cabangnya.
Allah telah menyebutkan sifat-sifat mulia Rasul-Nya yang dapat mendorong orang yang berakal untuk mengikuti dan mengimaninya. Dia adalah Rasulullah yang diutus bagi seluruh manusia sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan; seorang nabi yang diberi wahyu berupa syariat yang menyeluruh, sempurna, dan kekal hingga hari kiamat; dan seorang yang ummi yang tidak dapat baca tulis dan tidak pernah mengambil ilmu dari orang lain, namun Allah mewahyukan kepadanya dengan perantara malaikat Jibril.
Dan sifatnya juga, para Ahli kitab mendapati nama dan ciri-cirinya tertulis dalam kitab Taurat dan Injil mereka; memerintahkan untuk berbuat kebaikan berupa keimanan, amal shalaih, dan akhlak mulia yang didatangkan oleh syariat yang benar; dan melarang perbuatan munkar berupa kekafiran, kemaksiatan, dan akhlak tercela.
Dan termasuk sifat-sifatnya, menghalalkan bagi mereka apa yang dahulu diharamkan Allah seperti memakan lemak dan lain sebagainya sebagai balasan atas kezaliman dan kefasikan mereka; menghalalkan apa yang telah mereka haramkan sendiri atas diri mereka tanpa mendapat perintah dari Allah seperti daging dan susu unta; serta mengharamkan atas mereka segala makanan buruk yang mereka halalkan seperti, darah, bangkai, daging babi, harta riba, dan mengambil harta orang lain dengan cara yang batil.
Kemudian Allah menutup penyebutan sifat Rasulullah itu bahwa dia datang dengan membawa agama yang mudah tanpa ada kesukaran, kesulitan, dan beban berat; namun dia diutus dengan syariat yang lurus dan mudah. Karena pada syariat umat-umat terdahulu sangat berat, maka Allah memudahkan syariat bagi umat ini. Maka wajib bagi Bani Israil dan lainnya untuk mengikuti orang yang memiliki sifat-sifat tersebut.
Oleh sebab itu, Allah menutup ayat ini dengan penjelasan bahwa orang-orang yang beriman kepada nabi dan rasul yang ummi ini, serta mengagungkan, membela, menolong dakwahnya, dan mengikuti kitab yang diturunkan kepadanya -yaitu al-Quran yang dapat menerangi manusia dari gelapnya keraguan dan kebodohan-, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kebaikan dunia dan akhirat dan selamat dari keburukannya, karena mereka telah mendatangkan sebab-sebab keberuntungan.