Selong, 10 November 2024 – Analis Kebijakan Ahli Muda Non Pelayanan Dasar, Sukaryadi, SE., mewakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Provinsi NTB, turut hadir dalam acara peluncuran Distribusi Infaq Pendidikan kepada siswa yang rentan putus sekolah, yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Selong. Acara ini dihadiri oleh Pj. Gubernur NTB, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Forkopimda, serta sejumlah pejabat dari OPD Lingkup Prov. NTB, Pj. Sekda Kabupaten Lombok Timur (Lotim), perwakilan Dharma Wanita, TP-PKK, Kepala Sekolah, dan lainnya.
Sambutan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, DR. H. Aidy Furqon, M. Pd., dalam acara tersebut menekankan pentingnya program Infaq Pendidikan sebagai solusi atas dua masalah utama yang dihadapi masyarakat NTB, yakni kemiskinan ekstrem dan angka putus sekolah yang masih tinggi. Menurut data, faktor ekonomi menjadi alasan utama bagi 36% siswa untuk tidak melanjutkan sekolah, diikuti oleh faktor pernikahan (30%), bekerja (20%), dan masalah sosial atau cacat (12%).
Kadis Dikbud juga menjelaskan bahwa program Infaq Pendidikan bertujuan untuk membantu siswa jenjang SMA/SMK yang kurang mampu dan berisiko putus sekolah karena faktor ekonomi keluarga. Program ini akan melibatkan partisipasi masyarakat, di mana setiap Jumat, siswa dan guru diharapkan dapat menginfaqkan minimal Rp. 2.000. Selain itu, program ini akan bekerja sama dengan salah satu bank dan dilaksanakan dengan sistem yang mirip dengan sumbangan kotak amal tanpa adanya paksaan. Sumber dana ini nantinya juga akan diperluas ke OPD Lingkup Pemprov NTB serta lembaga pendidikan lainnya.
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur NTB, Mayjen TNI (Purn) Dr. Hassanudin, S. IP., MM., menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif ini, serta mendorong agar program ini dilanjutkan dan diperluas ke area yang lebih luas, termasuk melibatkan OPD dan lembaga pendidikan lainnya. Pj. Gubernur juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam mempersiapkan generasi masa depan bangsa, yang menjadi tanggung jawab bersama.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Pj. Gubernur bersama rombongan OPD Lingkup Provinsi NTB juga berkesempatan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Tempat Kegiatan Ibadah (TKI) di lingkungan SMA Negeri 1 Selong, yang diharapkan dapat mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan di sekolah tersebut.
Peluncuran program ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi siswa yang terhambat untuk melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi, dan menjadi langkah positif untuk mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan merata di Provinsi NTB.