Mataram, 18 September 2024/1446 Hijriyah, Pemerintah Provinsi NTB Menggelar Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan Tema “Meneladani Sifat Sifat Nabi Muhammad dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara Menuju Indonesia Emas 2045” yang bertempat di Masjid Raya Hubbul Wathan Islaim Center Provinsi NTB.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) NTB, Drs. H. Sahnan., M. Pd., menyampaikan permohonan maaf mewakili Pj Gubernur, yang tidak dapat hadir karena menerima bendera PON 2028 di Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Karo Kesra mengucapkan terima kasih kepada jamaah, kepala daerah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.
Kepala Biro Kesra juga menekankan pentingnya bersyukur atas penciptaan manusia untuk beribadah dan menyampaikan pesan Pj Gubernur mengenai perlunya menjaga anak-anak dari pengaruh narkoba dan judi online. Ia mengajak masyarakat untuk sering ke masjid dan majelis taklim guna memperkuat iman.
Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat menjaga kondusivitas menjelang pilkada, meskipun berbeda pilihan, persaudaraan dan ukhuwah harus tetap dijaga.
Sementara itu, Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, MA., selaku penceramah, menyampaikan pentingnya meneladani sifat Rasulullah SAW. Ia merujuk pada QS At Taubah ayat 128-129, serta mengutip karya Imam Ghazali tentang nikmat Allah yang besar, yang diklasifikasikan dalam enam aspek penting:
1. Nikmat Penciptaan: Allah menciptakan manusia sebagai makhluk terbaik, dan tidak ada satupun yang dapat protes atas penciptaannya.
2. Nikmat Ruh dan Jasad: Keberadaan ruh dan jasad adalah esensial; tanpa keduanya, makhluk tidak dapat berfungsi.
3. Nikmat Peta Jalan Kehidupan: Bimbingan Allah yang jelas dan terang benderang dalam menjalani hidup.
4. Nikmat Bimbingan Allah: Semua manusia mendapatkan bimbingan dari Allah, meskipun jenis bimbingannya beragam.
5. Nikmat diutusnya Rasulullah: Melalui Nabi, umat mengenal halal dan haram, serta bimbingan menuju akhirat. Rasulullah SAW adalah contoh budi pekerti yang agung. Beliau juga menyampaikan bahwa bersholawat kepada Rasulullah adalah amal ibadah yang langsung diterima oleh Allah.
6. Nikmat Bertatap Wajah dengan Allah: Harapan untuk dapat bertatap muka dengan Allah SWT di surga.
Prof. TGH. Fahrurrozi juga menekankan bahwa enam nikmat ini harus direkatkan dengan beberapa prinsip:
1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya untuk memudahkan rezeki.
2. Segera bertaubat jika berbuat salah, yang ditunjukkan melalui istighfar.
3. Menjaga silaturahmi dengan sesama, meskipun terdapat perbedaan pilihan dalam demokrasi.
4. Disiplin dan istiqomah dalam ibadah serta tugas lainnya.
5. Menjaga kesehatan iman, jasmani, dan rohani.
6. Bersyukur dan ridho terhadap pemberian Allah.
Dengan mengamalkan prinsip-prinsip ini, diharapkan umat dapat meraih kemuliaan dan kebahagiaan di dunia serta akhirat. Semoga kita semua beserta keluarga mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Aamiin, Barakallah🤲🙏