Pada hari Rabu, 11 Desember 2024, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kesehatan, mewakili Kepala Biro Kesra Setda NTB, Muh. Samsul Bahri, S. Sos., menghadiri Pertemuan Forum Komunikasi dan Kemitraan Provinsi NTB yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, NTT, dan NTB. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur NTB ini dipimpin oleh Asisten I Setda Prov. NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain anggota Komisi V DPRD Provinsi NTB, Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan beserta jajaran pimpinan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas DPMPD dan Dukcapil, serta perwakilan dari Biro Kesra, Bappeda, BPKAD, Dinas Sosial, dan instansi/lembaga terkait lainnya, termasuk Ketua Himpunan Rumah Sakit Indonesia (HRSI) dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Dalam pertemuan ini, beberapa isu penting dibahas terkait peningkatan kepesertaan aktif BPJS Kesehatan. Capaian kepesertaan aktif per November 2024 tercatat sebesar 79,6%, dan diharapkan target kepesertaan bisa mencapai lebih dari 80% untuk mendapatkan keanggotaan istimewa. Hal ini akan memudahkan peserta yang mendaftar pada hari tersebut agar dapat langsung diaktifkan.
Selain itu, pertemuan juga membahas perlunya pembaruan dan sinkronisasi data kepesertaan antara BPJS, Dinas Sosial, dan DPMPD. Salah satu solusi yang diusulkan adalah dukungan bantuan pembayaran premi dari pihak ketiga, termasuk melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank NTB, PT. Amman Mineral, Baznas, serta alokasi dari pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Prov. NTB. Ibu Nadirah dari Komisi V DPRD Prov. NTB turut menekankan pentingnya dukungan ini untuk mendorong keberhasilan program jaminan kesehatan masyarakat.