Kamis, 21 November 2024 – Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kesehatan, M. Samsul Bahri, S.Sos., mewakili Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Validasi Data serta Mekanisme Pembayaran JKN Program TBC, sekaligus Sosialisasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC tingkat Provinsi NTB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB bertempat di Hotel Lombok Plaza Cakranegara.
Rakor dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P), H. Badaruddin, S.Kep, Ners, MM. Dalam sambutannya, H. Badaruddin menyampaikan keprihatinan atas tingginya beban kasus TBC di Indonesia, yang menurut laporan Global TBC Report 2022 menempatkan Indonesia pada urutan kedua negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. Estimasi jumlah kasus TBC di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 1.060.000, meningkat dari 969.000 kasus pada tahun sebelumnya.
Di Provinsi NTB, diperkirakan ada 20.548 kasus TBC pada tahun 2023. Namun, capaian penemuan kasus atau Treatment Coverage (TC) baru mencapai 11.081 kasus (53,83%) dari target nasional sebesar 90%. Angka ini menunjukkan perlunya peningkatan upaya bersama untuk menanggulangi TBC, dengan data tahun 2024 per 3 November mencatatkan pencapaian 48,33%.
H. Badaruddin menekankan bahwa tingginya angka kasus TBC memerlukan komitmen kuat dari pemerintah daerah serta seluruh unsur terkait dalam penanggulangan TBC. "Penting bagi kita semua untuk bersinergi dalam upaya penurunan angka kasus dan peningkatan pelayanan bagi penderita TBC," ungkapnya.
Rakor ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain internal Dinas Kesehatan, komunitas, lintas program dan sektor, serta pengelola program dan tim TBC dari kabupaten/kota se-Pulau Lombok, termasuk rumah sakit kabupaten/kota. Selain itu, pertemuan ini juga menghadirkan narasumber dari Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan BPJS Kesehatan Cabang Mataram, yang memberikan informasi terkait mekanisme pembayaran JKN untuk penderita TBC serta strategi penanggulangan TBC di tingkat daerah.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar stakeholder terkait dalam meningkatkan capaian penanggulangan TBC di NTB, dengan komitmen bersama untuk memastikan penemuan dan pengobatan kasus TBC lebih cepat dan tepat sasaran.