Kamis, 12 Desember 2024 – Analis Kebijakan Ahli Muda, Sukaryadi, SE, bersama tim, mengikuti Rapat Koordinasi Bakti Stunting yang digelar pada Kamis, 12 Desember 2024, di Ruang Rapat Bappeda Provinsi NTB. Rapat ini bertujuan untuk menyosialisasikan rencana Gerakan Bakti Stunting serta membahas teknis implementasi penurunan stunting di NTB.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB yang diwakili oleh Pak Ismet. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pj. Gubernur NTB pada Rakor Stunting bulan November 2024, yang menekankan pentingnya percepatan penurunan stunting pada tahun 2024. Salah satu fokus utama adalah menurunkan angka stunting pada balita underweight, dengan target sasaran sebanyak 58.305 balita berdasarkan data baseline e-ppgbm per Agustus 2024.
Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah stunting ini adalah pemberian telur dua butir per hari selama 30 hari (satu bulan) kepada balita yang tergolong underweight dan orangtua balita. Program ini direncanakan dilaksanakan pada periode Desember 2024 hingga Januari 2025.
Rapat ini juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait, seperti Ketua TPPS Provinsi NTB, perwakilan kabupaten/kota se-NTB, Bappeda Prov. NTB, Inspektorat, Biro Kesra, Dinas Kesehatan, BKKBN, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Koordinator GEN kabupaten/kota.
Hasil Rapat Koordinasi:
1. Kegiatan GGR BS akan dilanjutkan, terutama bagi kabupaten/kota yang sudah mulai melaksanakannya.
2. Sasaran utama adalah balita underweight.
3. Waktu pelaksanaan akan segera diputuskan dan dilaporkan ke pimpinan.
4. SK Tim GGR BS Provinsi NTB akan segera difinalisasi dan dibagikan ke setiap OPD terkait.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di NTB dan memberikan dampak positif bagi kesehatan generasi mendatang.