MATARAM — Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kesehatan Biro Kesra Setda Provinsi NTB, M. Samsul Bahri, menghadiri kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini, Rabu (11/6/2025), di Aula Rinjani, Gedung Manajemen RSUP NTB. Kehadiran Samsul mewakili Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB dalam kegiatan yang merupakan rangkaian kunjungan kerja Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) RI, Ibu Wakil Presiden, Selvi Ananda Rakabuming Raka.
Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Dekranasda Provinsi NTB bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah-Putih, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan instansi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Pulau Lombok, di antaranya Dinas Kesehatan, Biro Kesra, Biro Hukum, serta lembaga-lembaga terkait seperti lembaga pendidikan, organisasi wanita, pondok pesantren, lembaga perlindungan anak, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Tiga materi utama disampaikan dalam sosialisasi tersebut, yaitu aspek kesehatan reproduksi pada pernikahan dini, aspek psikologis oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUP NTB, serta aspek hukum oleh perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTB.
Dalam sesi dialog, Ibu Wakil Presiden Selvi Ananda berdiskusi langsung dengan perwakilan siswa dan organisasi yang fokus dalam upaya menurunkan angka pernikahan dini di NTB. Berdasarkan data, angka pernikahan dini di NTB masih cukup tinggi, mencapai 14,96 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 5,6 persen.
“Mari kita sama-sama jangan ada lagi pernikahan anak, karena kita ingin generasi muda Indonesia bertumbuh menjadi generasi yang sehat dan berpendidikan menuju Indonesia Emas,” ujar Selvi menutup arahannya.
“Pernikahan itu tidak hanya soal cinta, semua harus siap — fisik, mental, finansial, dan sebagainya,” tambah mantan Putri Solo tersebut.
