MATARAM – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Solihin, S.H. menghadiri kegiatan Pengukuhan dan Silaturahmi Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB masa khidmat 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram pada Sabtu (11/4/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
• Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI, Nusron Wahid.
• Perwakilan Ketua Umum MUI Pusat, KH. Masduki Baidlowi.
• Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
• Jajaran Forkopimda dan tokoh lintas sektor lainnya.
Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh KH. Masduki Baidlowi sebagai perwakilan MUI Pusat. Pengukuhan ini menjadi tonggak dimulainya amanah baru bagi pengurus dalam menjalankan peran keumatan serta memperkuat posisi MUI sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Fokus pada Persoalan Sosial dan Ijtihad
Ketua MUI NTB, Dr. TGH. Badrun, M.Pd., dalam sambutannya menyebutkan bahwa kepengurusan periode ini diperkuat oleh 124 ulama dari berbagai disiplin ilmu. Ia menegaskan komitmen MUI NTB untuk proaktif membantu pemerintah menangani isu-isu krusial.
"MUI NTB siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menangani berbagai persoalan sosial, mulai dari pemberantasan perjudian, pencegahan kekerasan seksual, hingga penanggulangan penyalahgunaan narkotika," tegas TGH. Badrun.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menekankan pentingnya perluasan peran ulama melalui "ijtihad sosial". Beliau berharap para ulama dapat mendukung program prioritas daerah seperti pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata internasional yang beretika.
Dari perspektif nasional, KH. Masduki Baidlowi mengingatkan pengurus agar tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia menyoroti tantangan era digital yang mulai menggeser otoritas keilmuan jika para ulama tidak mampu menyesuaikan diri dengan metodologi yang relevan bagi generasi saat ini.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam orasi kebangsaannya menambahkan bahwa kolaborasi antara ulama dan teknokrat adalah kunci dalam membimbing masyarakat menuju kesejahteraan.
Di akhir kegiatan, Kepala Biro Kesra menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang dilantik. Pemerintah berharap kepengurusan baru ini diberikan kekuatan dalam mengemban amanah demi kemaslahatan umat di Nusa Tenggara Barat.
