Lombok Timur, 2 Juli 2025 — Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Non Pelayanan Dasar Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, Sukaryadi, SE., mewakili Kepala Biro Kesra menghadiri acara Pengukuhan Bunda Literasi Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB Masa Bakti 2025–2030. Kegiatan berlangsung secara serentak di Pendopo Bupati Lombok Timur pada Rabu (2/7), dengan dihadiri Forkopimda, jajaran perangkat daerah Provinsi NTB, Rektor Universitas, insan media, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Timur, serta tokoh masyarakat, adat, dan agama.
Kegiatan diawali dengan laporan dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB yang menekankan pentingnya literasi sebagai faktor penunjang utama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB. Dalam laporannya, disebutkan bahwa NTB saat ini masih berada di peringkat 27 dari lebih 30 provinsi secara nasional, sehingga upaya percepatan peningkatan kualitas pendidikan menjadi prioritas.
Bupati Lombok Timur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan pengukuhan ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program literasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Sambutan sekaligus prosesi pengukuhan Bunda Literasi disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB yang mewakili Gubernur. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh elemen, khususnya para Bunda Literasi, untuk menjadi motor penggerak perubahan dalam membangun budaya literasi sejak usia dini hingga perguruan tinggi.
“Keberhasilan seorang pemimpin tidak terlepas dari peran dan dukungan istri sebagai pendamping. Oleh karena itu, para Bunda Literasi harus mampu menjadi panutan, memberi contoh, dan menginspirasi masyarakat luas, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan bagian dari pembangunan manusia yang berkelanjutan. Apabila 10 kabupaten/kota di NTB bergerak bersama meningkatkan kualitas pendidikan, ekonomi, dan kesehatan, maka IPM NTB diyakini dapat terdongkrak secara signifikan.
“Kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan seluruh unsur masyarakat, termasuk Bunda Literasi, menjadi kunci dalam mewujudkan NTB yang maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat.
