Mataram — Dalam semangat memperkuat sinergi dan pelayanan kepada masyarakat, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB, Selasa (27/7) di Ruang Rapat Biro Kesra. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan menyusun strategi kolaboratif dalam menjalankan program sosial dan keagamaan di Provinsi NTB.
Rapat dipimpin oleh Kepala Biro Kesra Setda NTB, Drs. H. Sahnan, M. Pd., dan dihadiri oleh Ketua Baznas NTB Lalu Muhammad Iqbal beserta seluruh jajaran pimpinan lengkap: Wakil Ketua I H.L. Abd. Muhyi Abidin, Wakil Ketua II H. Zulkipli, Wakil Ketua III M. Ardi Samsuri, Wakil Ketua IV H. Ahmad Rusli, Kepala Pelaksana Zainul Muttaqin, serta Pejabat dari Biro Kesra.
Dalam arahannya, Kepala Biro Kesra, Drs. H. Sahnan, M. Pd., menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru Baznas NTB dan menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan. Ia menegaskan bahwa Baznas merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam menguatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program keagamaan dan bantuan sosial.
“Mari kita jaga kekompakan, saling menguatkan dengan tupoksi masing-masing. Program yang sudah berjalan baik harus kita pertahankan bersama,” ujar Karo Kesra.
Beberapa poin penting turut dibahas dalam pertemuan ini, antara lain mekanisme penyaluran hibah dan bantuan sosial yang kini harus melalui sistem dan tercantum dalam DPA, penyaluran bansos dari direktif pimpinan dan pokir dewan, serta peran Biro Kesra dalam kegiatan STQ, MTQ, dan pelayanan haji.
Khusus dalam agenda kegiatan yang mewakili Pimpinan sinergi antara Biro Kesra dan Baznas menjadi krusial agar bantuan seperti voucher ponpes dapat segera ditindaklanjuti.
Ketua Baznas NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyambut baik forum koordinasi ini. Ia menyampaikan bahwa Baznas NTB telah memperkuat sistem pengelolaan zakat berbasis validasi berjenjang, serta menjalankan program sesuai Rencana Kerja dan Anggaran (RKAP) yang ditetapkan Baznas RI.
“Kami pastikan tidak ada program yang dieksekusi tanpa validasi dan persetujuan Ketua. Ini bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas kami dalam mengelola dana umat,” jelasnya.
Baznas NTB juga tengah mengembangkan pola penyaluran zakat yang lebih terbuka, salah satu yang akan dilakukam dengan mengundang penerima bantuan dalam acara resmi Gubernur agar masyarakat mengetahui bahwa bantuan berasal dari zakat yang dikelola Baznas.
Lebih lanjut, Ketua Baznas juga menyampaikan bahwa Gubernur NTB telah memberikan dukungan tambahan anggaran untuk Baznas sebesar Rp1 miliar, sehingga pada tahun 2026 target anggaran Baznas NTB mencapai Rp2,5 miliar. Hal ini merupakan wujud nyata kepercayaan pemerintah kepada Baznas dalam menjalankan program sosial keumatan.
Baznas juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk 13 LAZ, dunia usaha (CSR), dan memperkuat digitalisasi pengumpulan zakat dengan sistem IT baru. Saat ini, dari potensi zakat sebesar Rp2,8 triliun di NTB, baru sekitar Rp200 miliar yang terserap, sehingga diperlukan upaya masif untuk meningkatkan kesadaran muzakki.
Wakil Ketua I dan II Baznas NTB turut menambahkan pentingnya memperkuat sistem pengumpulan zakat, mendorong profesionalisme SDM, dan merumuskan pola penyaluran yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat dan mendukung arahan pimpinan daerah.
Pertemuan ini juga membahas masa akhir jabatan Dewan Pengawas Baznas yang akan berakhir pada 30 September 2025. Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan proses transisi yang baik agar tidak terjadi kekosongan kelembagaan.
Semoga dengan Rapat Koordinasi ini dapat terjalin sinergi yang semakin kuat antara Biro Kesra Setda Provinsi NTB dan Baznas NTB sehingga mampu memperluas dampak positif pengelolaan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat peran Baznas sebagai mitra strategis pemerintah dalam bangkit bersama menuju NTB Maju Mendunia. Barakallah. (PPID Biro Kesra)🤲🙏
