Mataram, 12 Juni 2025 — Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kesehatan, M. Samsul Bahri, mewakili Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB, menghadiri kegiatan Sarasehan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesehatan Mata di Provinsi NTB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB bekerja sama dengan The Fred Hollows Foundation (FHF) melalui Proyek Comprehensive Community Eye Care (CCEC) dan bertempat di Hotel Golden Palace, Kota Mataram.
Pertemuan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang diwakili oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Komisi VI DPRD Provinsi NTB, Bappeda, Biro Kesra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, pimpinan Bank BUMN dan BUMD, pengusaha hotel se-Kota Mataram, lembaga amil zakat, serta pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Pulau Lombok.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyampaikan bahwa NTB merupakan provinsi dengan jumlah kasus gangguan penglihatan tertinggi kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, dengan prevalensi sebesar 4 persen. Untuk mengatasi persoalan ini, diperlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan rehabilitasi, dengan dukungan dari seluruh stakeholder lintas sektor — mulai dari pemerintah, lembaga swasta, hingga organisasi kemasyarakatan.
Melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, FHF telah melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain memberikan bantuan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu yang bermitra dengan PERDAMI NTB dan Rumah Sakit Mata. Selain itu, FHF juga telah memberikan bantuan kacamata gratis bagi murid SD dan SMP yang kurang mampu melalui kerja sama dengan IROPIN NTB dan GAPOPIN NTB.
Meski berbagai program telah dijalankan, berdasarkan data yang ada, masih banyak masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan operasi katarak dan kacamata bagi siswa yang membutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dan dukungan dari semua pihak untuk meningkatkan kesehatan penglihatan masyarakat NTB.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan upaya peningkatan kesehatan mata di Provinsi NTB dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu.
