Lombok Tengah, Sabtu, 10 Mei 2025 — Analis Ahli Madya Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Abdul Azis Fahmi, S.Ag., mewakili Gubernur NTB menghadiri acara Tasyakuran Penamatan Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Ishlahul Ummah NW Bunut Baok, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah, ulama internasional Syeikh Abdullah Hazmi dari Mesir, TGH. Awaludin selaku pimpinan pondok pesantren, para masyayikh, tuan guru, asatidz dan asatidzah, serta wali santri dan santriwati.
Atas nama Gubernur NTB, dalam sambutannya, H. Abdul Azis Fahmi menyampaikan kepada santri tentang pentingnya pendidikan sepanjang hayat (lifelong education), terutama bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan. Ia juga mengingatkan kembali empat pilar pendidikan menurut UNESCO, yakni learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be.
Lebih lanjut, ia menyebutkan kita saat ini sedang berhadapan dengan berbagai tantangan modern merujuk pada tesis Clash of Civilizations (benturan peradaban) yang dikemukakan Samuel P. Huntington, yang memprediksi benturan antara empat peradaban besar: Barat, Islam, China, dan India.
Semoga peradaban Islam mampu berhadapan dengan peradaban-peradaban tersebut dan menjadi peradaban yang unggul, sesuai sabda Nabi Muhammad SAW bahwa “Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.” Barakallah 🤲🙏
