Bima, 24 Mei 2025 — Upaya peningkatan cakupan imunisasi anak di Kota Bima dan Kabupaten Bima terus menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) vaksinasi kejar untuk siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilaksanakan pada 21 hingga 24 Mei 2025, yang berlangsung lancar dan mendapat respons baik dari berbagai pihak.
Rihla Zainuddin, SKM, Penelaah Teknis Kebijakan dari Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi erat antara Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah, Bappeda, dan Biro Kesra Setda Provinsi NTB.
Tujuan utama monev ini adalah memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas imunisasi lengkap dan tepat waktu, serta mengidentifikasi solusi dari hambatan di lapangan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Penana’e (Kota Bima), Puskesmas Magapanda, Puskesmas Bolo, dan PAUD Seroja (Kabupaten Bima), serta ditutup dengan sesi diskusi di Dinas Kesehatan masing-masing daerah.
Meski masih terdapat tantangan, seperti kekhawatiran orangtua terhadap vaksinasi dan keterbatasan sumber daya di lapangan, tim monev berhasil mengumpulkan data yang bermanfaat untuk tindak lanjut. Secara umum, pelaksanaan vaksinasi kejar tahap I yang berlangsung pada April 2025 dinyatakan berjalan dengan baik, dan tahap II saat ini masih berlangsung dengan proses rekapitulasi yang sedang berjalan.
Berbagai rekomendasi positif pun telah disusun, antara lain:
- Puskesmas akan melakukan pendekatan personal kepada orangtua untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya imunisasi.
- Diseminasi informasi imunisasi bagi tenaga kesehatan dan guru PAUD akan diperkuat.
- Diusulkan agar imunisasi lengkap menjadi salah satu syarat dalam program bantuan sosial seperti PKH.
- Puskesmas juga akan memvalidasi data imunisasi anak tahun 2020–2022 untuk mendapatkan gambaran cakupan yang lebih akurat.
